Pendiri Yayasan

 

 

 

Rekam Jejak sang Ustadz Imam Syarif Hidayatullah

          Ustadz Imam adalah putra asal pemalang jateng pernah nyantri di Ponpes Rohmatul Mubtadiin asuhan KH. Mudzakir banyuurip buwaran dan paginya sekolah di PGAN pekalongan, orangnya periang, lucu, imut dan humoris.

          Sejarah perjalananya teramat panjang, saat kuliah, ustadz imam biaya sendiri dengan bekerja keras, sampai dilakoni menjadi tukang becak, tukang ojek sepeda, ojek motor. Putra ke-8 dari 17 bersodara ini sa'at kecil di asuh oleh  orang tua yang terkenal dengan sebutan waliyullah Mbah Surip dari Petarukan, Pemalang. Sikapnya yang sangat taqdim dengan guru, ustadz rela mengorbankan waktunya untuk  kiyai, menimba air disumur untuk mengisi kolam kyai setiap harinya, ustadz imam berbeda dengan para santri lainya yang mengikuti kagiatan seperti biasanya, bagi ustadz imam sangat yakin sekali kalo barokah dari kyai adalah menjadi tujuan utamanya. Bahkan saat kuliah di Universitas Muslim Asia Afrika di Jakarta, terus mencari seorang guru rohani yang dapat mengarahkan semangat hidupnya seperti Habib Saggaf bin Mahdi bin Abu Bakar bin Salim pimpinan pondok pesantren Nurul Iman Bogor.

         

 

 

 

 

 

 

 

          Ustadz Imam juga berguru dengan Drs. KH. Muhammad Nuruddin Munawwar pimpinan Pondok Pesantren Tapak Sunan Jakarta. Cerita menarik ketika berguru dengan kyai Nuruddin adalah ustadz Imam dalam setiap ikut dan mendengarkan pengajian kyai Nuruddin sisa makanan dan minuman sang kyai di habiskan ustadz Imam. Perilaku yang tak lazim ini dengan maksud ustadz Imam akan mendapatakan karomah dari kyai Nuruddin. Selain itu nasehat sang guru senantiasa ustadz Imam dengar dan lakukan untuk selalu menegakakkan amar ma'ruf nahi munkar.